Jumat, 04 Oktober 2013

Tujuan Hidup Manusia

Pada saat Allah menciptakan kita, Allah tidak pernah meminta pendapat kita apa perlu penciptaan itu dilanjutkan atau tidak. Allah Maha Berkehendak, artinya Allah telah memiliki tujuan yang mutlak berkenaan dengan penciptaan manusia. Jadi sekiranya kita yang dilahirkan ke bumi ini mencari dan menciptakan tujuan hidup sendiri, berarti telah mengkhianati yang menciptakan kita.

Tujuan hidup yang harus dicapai manusia adalah tujuan yang telah ditetapkan oleh Allah pada waktu menciptakan kita. Adakah manusia yang usul agar dirinya diciptakan Allah karena karena ia memiliki cita-cita yang hendak dicapai di dunia ini? Tidak pernah ada! Tujuan hidup manusia atau wijhah al-hayat adalah memeluk Dien yang hanif dan menyerahkan seluruh tujuan hidupnya kepada tujuan Allah menciptakan manusia.

Allah berfirman :

 فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS. Ar-Ruum (30) : 30)

 وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۗ وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا

"Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya." (QS. An-Nisaa (4) : 125)

Seluruh hidup manusia harus menyerahkan seluruh kehendaknya kepada kehendak Allah. Itulah yang disebut kehidupan mencari ridho Allah. Jadi tujuan mencari ridha Allah pada hakikatnya adalah hidup menyesuaikan diri dengan kehendak dan tujuan Allah menciptakan manusia.

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

"..., Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu, ..." (QS. Al-Maidah (5) : 3)

Dari ayat diatas dapat diketahui bahwa Allah ridho apabila islam yang telah tegak sempurna, dhohir dan kaffah dijadikan oleh kita sebagai Dien (sistem hidup).

Jadi tujuan hidup tidak bisa dipisah dari usaha dan perjuangan menegakkan dan mendhohirkan Islam hingga terbentuklah masyarakat Islam yang kaffah, sebab disitulah keridhoan Allah. Sejauh mana kita diridhoi Allah adalah sebesar mana peranan kita dalam turut serta menegakkan Islam di bumi ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar