- Saya sungguh telah meninggalkan sesuatu kepadamu yang apabila hal itu kau pegang teguh kamu tidak akan sesat selamanya, yaitu kitab Allah dan sunnah rasul-Nya. (Riwayat Al-Hakim).
- Berpeganglah kepada sunnahku dan sunnah para khulafaurrasyidin yang mendapat petunjuk. (Riwayat Ahmad).
- Wahai Fatimah binti Muhammad, mintalah harta kepada saya apa saja yang kau kehendaki, karena saya juga tidak dapat memberi kecukupan untukmu dari apa-apa yang berasal dari Allah. (Riwayat Bukhari).
- Barang siapa yang taat kepadaku berarti ia taat kepada Allah dan barang siapa yang durhaka kepadaku berarti ia durhaka kepada Allah. (Riwayat Bukhari).
- Janganlah kamu mengagungkanku seperti yang diperbuat oleh orang-orang Nasrani terhadap Isa bin Maryam, karena sebenarnya aku ini tidak lebih dari hamba allah. Sebut saja aku ini hamba Allah dan rasul-Nya. (Riwayat Bukhari).
- Allah memerangi orang-orang Yahudi karena mereka menjadikan kuburan Nabi-nabi mereka sebagai mesjid dengan memakamkan mereka di dalam mesjid. (Riwayat Bukhari).
- Barang siapa mendustakan diri saya (mengatakan sesuatu hal dari saya padahal saya tidak mengatakannya) maka bersiap-siaplah ia masuk neraka. (Riwayat Ahmad).
- Sungguh saya tidak pernah berjabatan tangan dengan wanita (selain muhrim). (Riwayat Turmudzi).
- Siapa yang tidak menyukai sunnahku ia tidak termasuk golonganku. (Muttafaq alaih).
- Ya Allah, aku mohon perlindunganmu agar aku dijauhkan dari ilmu yang tidak berguna (ilmu yang saya tidak amalkan, saya tidak ajarkan dan tidak pula mengubah akhlak saya). (Riwayat Muslim).
Kamis, 10 Oktober 2013
HADITS-HADITS TENTANG RASULULLAH SAW
Rabu, 09 Oktober 2013
Tugas Hidup Manusia
Orang yang bersyahadat secara benar berarti telah dibeli Allah (9:111), artinya seluruh diri dan harta kita tunduk pada aturan Allah, maka adalah hak Allah untuk menentukan apa yang menjadi tugas kita. Dalam Al-Qur'an tugas kita ada 2, yaitu menjadi hamba-Nya (ibadah) dan menjadi wakil-Nya untuk mewujudkan peranan Allah di bumi (Khalifah).
Untuk lebih memahami tugas manusia diatas mari kita kaji beberapa ayat yang berkaitan dengan tugas manusia di bumi.
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat : 56)
Jadi menurut ayat ini tujuan manusia diciptakan adalah agar menjadi hamba Allah, berarti tugas kita adalah menghambakan diri kepada-Nya.
وَهُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ الْأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ
بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ ۗ إِنَّ رَبَّكَ
سَرِيعُ الْعِقَابِ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ
"Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia
meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa
derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu.
Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang." (Al-An'am : 165)
Tugas seorang hamba adalah patuh dan tunduk kepada Allah sebagai majikan (Rabb), menjadi budak dan pesuruh-Nya.
Sedangkan tugas seorang khalifah adalah kita wajib menjadi pemimpin di bidang yang kita kuasai demi menegakkan kehendak Allah di bumi. Seorang khalifah adalah wakil Allah dalam menegakkan kerajaan Allah di bumi dan menjadi tangan Allah yang membuktikan betapa Allah Maha Adil, Maha Kuasa dan Maha Penyayang terhadap makhluk-Nya.
Berdasarkan sikap dan nilainya, maka hidup manusia dapat dikelompokkan atas 3 tingkatan hidup, yaitu :
1. Hidup Hissy
Kehidupan yang mati, ia hidup karena jasadnya belum mati, tetapi dalam kehidupan manusia yang aktif ini ia hakikatnya telah mati, ia mati sebelum mati. Hidup Hissy adalah hidup demi kepentingan dirinya. Walaupun ia hidup ditengah masyarakat umum tetapi hanya untuk memperjuangkan kepentingan dirinya sendiri. Mereka hidup seperti tumbuh-tumbuhan, hidup tidak sadar dan insyaf akan arti harga hidupnya.
2. Hidup Ma'nawy
Yaitu kehidupan yang digunakan untuk menjalankan hukum Allah, tetapi belum mempunyai keyakinan yang kuat dan teguh. Ia mudah berubah haluan hanya karena ada sangkutan dengan salah satu kepentingan keduniaan.
3. Hidup Ma'any
Hidup untuk beramal sebaik-baiknya dan sebanyak-banyaknya, amal yang timbul dari keyakinan yang kuat dan iman yang teguh, amal yang dilakukannnya hanya mengharapkan ridha Allah. Hidup ini disebut hidup sadar dan insyaf. Orang ini tidak mengenal susah, berat dan takut dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Tentu saja ketiga tingkatan ini berbeda derajatnya satu sama lain dihadapan Allah dan derajat berdasarkan tingkatan-tingkatan inilah yang menentukan di syurga atau di neraka-kah kita bermukim.
Sedangkan tugas seorang khalifah adalah kita wajib menjadi pemimpin di bidang yang kita kuasai demi menegakkan kehendak Allah di bumi. Seorang khalifah adalah wakil Allah dalam menegakkan kerajaan Allah di bumi dan menjadi tangan Allah yang membuktikan betapa Allah Maha Adil, Maha Kuasa dan Maha Penyayang terhadap makhluk-Nya.
Berdasarkan sikap dan nilainya, maka hidup manusia dapat dikelompokkan atas 3 tingkatan hidup, yaitu :
1. Hidup Hissy
Kehidupan yang mati, ia hidup karena jasadnya belum mati, tetapi dalam kehidupan manusia yang aktif ini ia hakikatnya telah mati, ia mati sebelum mati. Hidup Hissy adalah hidup demi kepentingan dirinya. Walaupun ia hidup ditengah masyarakat umum tetapi hanya untuk memperjuangkan kepentingan dirinya sendiri. Mereka hidup seperti tumbuh-tumbuhan, hidup tidak sadar dan insyaf akan arti harga hidupnya.
2. Hidup Ma'nawy
Yaitu kehidupan yang digunakan untuk menjalankan hukum Allah, tetapi belum mempunyai keyakinan yang kuat dan teguh. Ia mudah berubah haluan hanya karena ada sangkutan dengan salah satu kepentingan keduniaan.
3. Hidup Ma'any
Hidup untuk beramal sebaik-baiknya dan sebanyak-banyaknya, amal yang timbul dari keyakinan yang kuat dan iman yang teguh, amal yang dilakukannnya hanya mengharapkan ridha Allah. Hidup ini disebut hidup sadar dan insyaf. Orang ini tidak mengenal susah, berat dan takut dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Tentu saja ketiga tingkatan ini berbeda derajatnya satu sama lain dihadapan Allah dan derajat berdasarkan tingkatan-tingkatan inilah yang menentukan di syurga atau di neraka-kah kita bermukim.
Jumat, 04 Oktober 2013
Tujuan Hidup Manusia
Pada saat Allah menciptakan kita, Allah tidak pernah meminta pendapat kita apa perlu penciptaan itu dilanjutkan atau tidak. Allah Maha Berkehendak, artinya Allah telah memiliki tujuan yang mutlak berkenaan dengan penciptaan manusia. Jadi sekiranya kita yang dilahirkan ke bumi ini mencari dan menciptakan tujuan hidup sendiri, berarti telah mengkhianati yang menciptakan kita.
Tujuan hidup yang harus dicapai manusia adalah tujuan yang telah ditetapkan oleh Allah pada waktu menciptakan kita. Adakah manusia yang usul agar dirinya diciptakan Allah karena karena ia memiliki cita-cita yang hendak dicapai di dunia ini? Tidak pernah ada! Tujuan hidup manusia atau wijhah al-hayat adalah memeluk Dien yang hanif dan menyerahkan seluruh tujuan hidupnya kepada tujuan Allah menciptakan manusia.
Allah berfirman :
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ
النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ
الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah
atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.
Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi
kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS. Ar-Ruum (30) : 30)
وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ
وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۗ وَاتَّخَذَ اللَّهُ
إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا
"Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas
menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan,
dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim
menjadi kesayangan-Nya." (QS. An-Nisaa (4) : 125)
Seluruh hidup manusia harus menyerahkan seluruh kehendaknya kepada kehendak Allah. Itulah yang disebut kehidupan mencari ridho Allah. Jadi tujuan mencari ridha Allah pada hakikatnya adalah hidup menyesuaikan diri dengan kehendak dan tujuan Allah menciptakan manusia.
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي
وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
"..., Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah
Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama
bagimu, ..." (QS. Al-Maidah (5) : 3)
Dari ayat diatas dapat diketahui bahwa Allah ridho apabila islam yang telah tegak sempurna, dhohir dan kaffah dijadikan oleh kita sebagai Dien (sistem hidup).
Jadi tujuan hidup tidak bisa dipisah dari usaha dan perjuangan menegakkan dan mendhohirkan Islam hingga terbentuklah masyarakat Islam yang kaffah, sebab disitulah keridhoan Allah. Sejauh mana kita diridhoi Allah adalah sebesar mana peranan kita dalam turut serta menegakkan Islam di bumi ini.
Langganan:
Postingan (Atom)
