Rabu, 09 Oktober 2013

Tugas Hidup Manusia

Orang yang bersyahadat secara benar berarti telah dibeli Allah (9:111), artinya seluruh diri dan harta kita tunduk pada aturan Allah, maka adalah hak Allah untuk menentukan apa yang menjadi tugas kita. Dalam Al-Qur'an tugas kita ada 2, yaitu menjadi hamba-Nya (ibadah) dan menjadi wakil-Nya untuk mewujudkan peranan Allah di bumi (Khalifah).

Untuk lebih memahami tugas manusia diatas mari kita kaji beberapa ayat yang berkaitan dengan tugas manusia di bumi.


  وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat : 56)

Jadi menurut ayat ini tujuan manusia diciptakan adalah agar menjadi hamba Allah, berarti tugas kita adalah menghambakan diri kepada-Nya.

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ الْأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ ۗ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ الْعِقَابِ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

"Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Al-An'am : 165)

Tugas seorang hamba adalah patuh dan tunduk kepada Allah sebagai majikan (Rabb), menjadi budak dan pesuruh-Nya.

Sedangkan tugas seorang khalifah adalah kita wajib menjadi pemimpin di bidang yang kita kuasai demi menegakkan kehendak Allah di bumi. Seorang khalifah adalah wakil Allah dalam menegakkan kerajaan Allah di bumi dan menjadi tangan Allah yang membuktikan betapa Allah Maha Adil, Maha Kuasa dan Maha Penyayang terhadap makhluk-Nya.

Berdasarkan sikap dan nilainya, maka hidup manusia dapat dikelompokkan atas 3 tingkatan hidup, yaitu :

1. Hidup Hissy
Kehidupan yang mati, ia hidup karena jasadnya belum mati, tetapi dalam kehidupan manusia yang aktif ini ia hakikatnya telah mati, ia mati sebelum mati. Hidup Hissy adalah hidup demi kepentingan dirinya. Walaupun ia hidup ditengah masyarakat umum tetapi hanya untuk memperjuangkan kepentingan dirinya sendiri. Mereka hidup seperti tumbuh-tumbuhan, hidup tidak sadar  dan insyaf akan arti harga hidupnya.

2. Hidup Ma'nawy
Yaitu kehidupan yang digunakan untuk menjalankan hukum Allah, tetapi belum mempunyai keyakinan yang kuat dan teguh. Ia mudah berubah haluan hanya karena ada sangkutan dengan salah satu kepentingan keduniaan.

3. Hidup Ma'any
Hidup untuk beramal sebaik-baiknya dan sebanyak-banyaknya, amal yang timbul dari keyakinan yang kuat dan iman yang teguh, amal yang dilakukannnya hanya mengharapkan ridha Allah. Hidup ini disebut hidup sadar dan insyaf. Orang ini tidak mengenal susah, berat dan takut dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Tentu saja ketiga tingkatan ini berbeda derajatnya satu sama lain dihadapan Allah dan derajat berdasarkan tingkatan-tingkatan inilah yang menentukan di syurga atau di neraka-kah kita bermukim.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar